Sebelumnya, Selamat Hari Raya Saraswati buat kawan-kawan yang beragama Hindu. Semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa senantiasa menerangi umat manusia dengan pengetahuan sepanjang masa.
Sedianya ini adalah postingan yang terlambat, sebab topik ini menghangat sekitar awal sampai pertengahan bulan ini. Yeap, dimulai dengan munculnya pernyataan dari The Jakarta Post yang menyesalkan dimuatnya artikel hasil plagiarisme di media tersebut (kayaknya artikel yang ini deh, kalo salah mohon maaf). Publik pun beramai-ramai menanggapi hal tersebut, (dan seperti biasa) dengan hebohnya memberikan tanggapan atas apa yang sebelumnya sepertinya tidak mendapat perhatian bahkan terjadi dengan sangat biasa di sekitar kita. Layaknya sinetron berseri, berita selanjutnya mengenai aksi-aksi yang diduga plagiarisme muncul kembali di Kompas.
![]()
Sebelumnya, selamat tahun baru 2010 buat semuanya… Semoga tahun ini membawa kebaikan kepada kita semua.
Yah, harapan tentang kebaikan itu tentunya masih ada meskipun sampai pertengahan bulan pertama di 2010 ini kita masih hanya mendengar kabar-kabar yang membuat kita mengurut dada saja. Tentunya yang menjadi headline di banyak media massa adalah mengenai Kasus Century (yang ibaratnya seperti sinetron mirip sama sinetron “Tersanjung” yang serinya ga abis-abis. Kasus Century ini juga dibumbui dengan adegan-adegan yang kualitas lucunya melebihi Opera Van Java (tapi aktornya bukan Sule sama Aziz Gagap, melainkan Bang Gayus dan Bang Ruhut). Dan yang paling hangat adalah mengenai Babe yang sepertinya ingin menyaingi reputasi Rian. Duh!
Besok, mungkin sebagian mata akan tertuju ke ibu kota. Seperti yang telah digembar-gemborkan di berbagai media masa belakangan ini bahwa besok akan terjadi aksi besar-besaran dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi. Beberapa LSM dikabarkan akan mengikuti aksi ini, dengan perkiraan massa -katanya- mendekati seratus ribu orang. Kayak mau kampanye aja, pikir saya. Hehehe… Jumlah ini juga kabarnya baru untuk di wilayah Jakarta saja. Kabarnya lagi (seperti yang barusan saya denger di TvOne), aksi massa ini akan dilakukan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia oleh banyak elemen masyarakat.

Berhubung listrik di rumah mati, bikin postingan ini deh! Terima kasih PLN, kau memberiku ide!

Krisis listrik yang terjadi tahun ini sepertinya cukup parah. Selain Jakarta, konsumen-konsumen PLN di banyak wilayah di Indonesia harus bergotong-royong membantu PLN dengan cara ikut merasakan pemadaman bergilir. Sebut saja daerah-daerah seperti Ambon, Sulawesi Barat, Jawa Barat, dan mungkin banyak lagi daerah-daerah lain di Indonesia. Bali sendiri ternyata tidak dapat menggunakan statusnya sebagai daerah tujuan pariwisata utama Indonesia untuk menghindari gotong royong tersebut.
Khusus untuk daerah Jakarta, PLN mengatakan bahwa pemadaman tak dapat dihindari karena adanya gangguan di Gardu Induk Cawang dan Gardu Induk Kembangan. Sedangkan di Bali sendiri, pemadaman bergilir katanya diperlukan sebab PLTG Gilimanuk sedang memasuki masa perawatan. Hmmm… Sekedar mengingatkan saja bahwa di tahun 2008 juga terjadi krisis listrik yang katanya disebabkan oleh cuaca buruk sehingga menyebabkan keterlambatan pasokan batu bara.
I’m back (again)!

Tidak terasa ternyata sudah hampir setengah tahun saya tidak bersentuhan dengan dunia blog. Kalo ngeliat postingan terakhir tanggal 29 Mei, berarti kurang lebih 6 bulan sudah saya tidak melakukan update blog ini.
Ada satu hal yang akhir-akhir ini benar-benar mengusik pikiran saya. Awalnya adalah dari pertanyaan-pertanyaan di pikiran saya mengenai profesi keinsinyuran di Indonesia yang saat ini tidak jelas bagaimana aturannya. Sekonyong-konyong ketika saya memasuki bangku kuliah, gelar Insinyur (Ir.) sudah tidak ada lagi.
Pertanyaan kemudian mengkhusus, ketika saya mengamati kartu nama dari perusahaan bahwa posisi saya adalah sebagai Software Engineer. Terus terang ada rasa bangga di sana, karena ada pengakuan dari sebuah perusahaan yang menurut saya cukup punya nama di Indonesia, bahwa saya adalah seorang Insinyur (Engineer). Dan memang ada alasan bahwa perusahaan memberikan title itu, karena ada serangkaian kegiatan pelatihan yang harus dijalani sesuai dengan standar yang berlaku secara internasional.
Apa sebenarnya yang kita cari di dunia ini? Kalau mengacu pada ajaran agama Hindu adalah kemakmuran di dunia (Jagadhita) dan bersatunya kembali kita kepada Pencipta kita (Moksa). Pertanyaan inilah yang menggelitik pikiran saya akhir-akhir ini.
Hmmm… Banyak hal yang penting yang sudah terjadi dalam hidup saya belakangan ini. Sekedar mengingat kembali, mungkin postingan ini pernah anda baca sebelumnya. Postingan itu sengaja saya tulis untuk mengingat bahwa pernah terjadi sebuah kejadian yang benar-benar membuat saya berpikir untuk melakukan restart pada diri dan kehidupan saya.
Seperti sebuah check point, hari itu seperti sebuah awal dari perenungan yang mungkin hanya sebagian kecilnya bisa saya tuliskan di sini.
Bercerita tentang Sekber, mengingatkan saya pada kenangan semasa kuliah. Yeap… Sekber FT UNUD adalah tempat saya menghabiskan hampir sebagian waktu saya sebagai mahasiswa. Kalo pagi sibuk berkutat dengan diktat kuliah, praktikum, ujian, dan sebagainya, maka Sekber menjadi alternatif bagi saya untuk merasakan kehidupan lain sebagai mahasiswa waktu itu. Cheah… gawat sajan asane kehidupan lain…
Sekber adalah singkatan dari Sekretariat Bersama. Jadi kalo Sekber FT UNUD (selanjutnya disebut sekber) itu adalah Sekretariat Bersama Fakultas Teknik UNUD. Kurang kata mahasiswa-nya ya? Yeah… whatever… Kita biasa menyebutnya sebagai Sekber! Secara umum, Sekber adalah sekretariat bagi organisasi-organisasi kemahasiswaan di lingkungan FT UNUD. Ada SMFT UNUD (Senat Mahasiswa Fakultas Teknik UNUD) dan BPM FT UNUD (Badan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Teknik UNUD) untuk tingkat fakultas, dan HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan di tingkatan Jurusan). Terakhir waktu saya tamat, total ada 8 HMJ, yaitu 4 HMJ reguler dan 4 HMJ ekstensi (untuk 4 jurusan yaitu Teknik Sipil, Teknik Arsitektur, Teknik Mesin, dan Teknik Sipil).

Ga ada ide postingan. Hehehe… Terpaksa re-post postingan teman di sini dan di sini (I thought they were joking when they said that they will post the pictures in their blog).
Waktu Pagerwesi kemarin yang kebetulan bertepatan dengan waktu odalan di kantor (Blessing Ceremony istilah kerennya hehehe…). Di kantor saya Pagerwesi bukan merupakan hari libur. Hanya saja, untuk rekan-rekan yang beragama Hindu, kegiatan kerja dihentikan sementara untuk memberikan kesempatan melakukan persembahyangan.
Nah, berhubung waktu sudah menunjukkan pukul 10, maka saya pun menghentikan semua aktivitas pekerjaan dan…. berubah… (gaya pengucapan Kotaro Minami waktu berubah jadi Ksatria Baja Hitam Heheheh…). Jadilah saya mengenakan pakaian seperti ditunjukkan seperti gambar di bawah ini. Seorang kawan yang kebetulan membawa kamera, berinisiatif mengabadikan momen tersebut. Hasilnya seperti ditunjukkan pada gambar berikut.








Recent Comments