Mungkin masih ada yang ingat dengan postingan saya yang ini. Yah, saya menulis postingan tersebut karena kesal sama kampanye para cagub Bali yang lebih suka mengangkat isu-isu populis ketimbang isu-isu esensial seperti yang saya tulis di situ. Isu pendidikan bukannya tidak ada, ada tetapi sangat umum, lebih bersifat mencari perhatian – biasalah… apalagi kalo bukan soal pendidikan gratis – tanpa arah dan solusi yang jelas. Intinya waktu itu saya kesal!

Lalu sudah sampai di manakah tindak lanjut dari tulisan saya itu? Hmm, sedikit mungkin yang sudah dilakukan pemerintah kalo tidak bisa dibilang tidak ada. Anak-anak jalanan di Denpasar masih banyak dan sangat mudah ditemui di perempatan-perempatan.

Hari ini, hari anak nasional. Saya masih ingat, kalo dulu ketika hari anak nasional akan ada siaran langsung yang menyiarkan perayaannya secara nasional. Momen yang paling saya ingat, biasanya akan ada saat di mana Sang Kepala Negara akan berdialog dengan anak-anak itu sambil memangku satu atau dua orang anak, biasanya didampingi Ibu Negara. Kesannya penyayang banget… Waktu itu saya masi anak-anak, jadi belum tau yang namanya politik. Jadi saya mencerna bulat-bulat apa yang saya tonton.

Entah apakah perayaan Hari Anak Nasional saat ini masih dirayakan dengan cara lama seperti di masa Soeharto dulu. Kalo di benak saya, di momen-momen seperti Hari Anak Nasional, paling tidak pemerintah bisa melakukan satu saja aksi nyata untuk mengurangi jumlah anak-anak jalanan dengan cara menyediakan sekolah buat mereka. Kalo saya pribadi, Sekolah gratis bisa saja diwujudkan tapi mungkin tidak untuk semua anak-anak di Indonesia. Ga usah banyak-banyak deh. Satu aja per satu propinsi, yang layak, sederhana, tapi gratis!

Continue reading »


  • Share/Bookmark
© 2010 IMS' Blog Suffusion WordPress theme by Sayontan Sinha