Penasaran, jadilah saya googling! Apa sih yang ga bisa diketahui oleh Om Google ini! Wkwkwkw… Sampai lah saya di halaman ini! Wah, ternyata Non Efiel ini cantik juga yah! Wkwkwkw… Tapi ternyata isi beritanya ga terlalu memuaskan saya! Entah kenapa… Mungkin saya merasa kalau pernyataan si Mbak ini bertentangan dengan pemberitaan sebelumnya! Yah… saya kan juga manusia, jadi boleh dong kalau saya ga percaya!
Btw, bosan dengan berita tadi, saya iseng googling mengenai kasus Al Amin Nasution ini. Ga usahlah saya ceritakan di sini. Silahkan Googling juga kalau pingin tau! Yang jelas, singkat kata singkat cerita saya baru ngeh kalau ternyata jumlah anggota parlemen kita yang masih aktif dan menjadi tersangka kasus korupsi.
Wah, saya kok ngerasa jadi orang katrok ya?! Memang sih berita-berita seputar kasus-kasus korupsi ini sering saya dengar walaupun sekilas-sekilas. Soalnya saya kebiasaan nonton berita TV dulu sebelum berangkat kerja. Dan biar ga tambah ketinggalan berita ada baiknya saya rangkumkan di sini:
- Kasus korupsi dengan tersangka Saleh Djasit. Saleh Djasit ini adalah anggota komisi VII DPR RI dari fraksi Partai Golkar. Saleh Djasit merupakan tersangka korupsi proyek pengadaan mobil pemadam kebakaran di Riau tahun 2003 senilai Rp 15,2 Miliar. Whew! Sudah lama juga nih kasusnya! Kalau mengacu pada berita di Tempointeraktif.com, kerugian negara yang diakibatkan sekitar 4.5 sampai 5 milyar.
- Kasus korupsi dengan tersangka Al Amin Nasution. Suami penyanyi dangdut Kristina ini ditetapkan sebagai tersangka dugaan penerimaan uang/suap. Kalau mengacu pada berita di antara.co.id, ditemukan total 71 juta rupiah di lokasi penangkapan oleh KPK. Tetapi kalau mengacu ke Kompas.com nilai penyuapan ini diduga mencapai antara 1.4 miliar sampai 1.8 miliar rupiah. Ini belum ditambah dengan keberadaan Nona Efiel tadi di lokasi penangkapan yang memang menimbulkan tanda tanya besar. Al Amin Nasution ini adalah anggota komisi IV DPR RI dari fraksi Partai Persatuan Pembangunan.
- Kasus korupsi dengan tersangka Hamka Yandhu. Kalau mengacu ke Tempointeraktif.com, Hamka Yandhu ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan aliran dana Bank Indonesia sebesar Rp 100 miliar. Buset dah! Ya, memang sih ga disebutkan bahwa nilai itu merupakan nilai yang diteriam, tetapi 100 miliar rupiah itu tetap saja uang yang sangat banyak! Hamka Yandhu ini adalah anggota Komisi XI DPR RI dari fraksi Partai Golkar.
Kalau kita total-total dari 4.5 miliar kasus Saleh Djasit, 1.4 miliar kasus Al Amin Nasution (kayaknya saya lebih percaya yang ini deh – sekali lagi ini penilaian saya pribadi lo ya!), dan 100 miliar dari kasus Hamka Yandu, maka kita akan mendapatkan angka senilai 105.9 miliar! Kita bulatkan aja jadi 106 miliar ya!
Nah kalau saya anggap saja biaya untuk membangun sebuah SD sederhana itu 500 juta, maka kita akan mendapatkan sekitar 212 buah SD baru! Lumayan kan! Jika kita misalkan satu buah sekolah ini bisa menampung 100 anak saja, maka akan ada sejumlah 21.100 orang anak yang bisa ditampung. Coba kalau sekolah-sekolah itu dibikin untuk anak-anak yang pernah saya ceritakan di sini!
Ya, kira-kira itulah sekilas kelakuan oknum-oknum anggota parlemen kita! Saya memang tidak memiliki kuasa dan tidak mampu berbuat apa-apa. Saya hanya mempunyai sebuah blog untuk sekedar menulis hal ini di sini, untuk memberitahu dan sekaligus mengingatkan KPK bahwa saya peduli dengan adanya kasus-kasus ini. Semoga KPK bisa mengusut tuntas kasus-kasus korupsi ini dan menyeret yang sepantasnya diseret ke tempat yang seharusnya ia diseret! Halah!
Seperti yang sering dibilang Bli Anton sajalah! Menulis ini lebih baik, daripada saya hanya diam. Karena diam terkadang tidak akan menyelesaikan masalah! Keto kone!!!
Note: Berita-berita ini saya kutip! Sekalian saya sudah kasih link nya lho ya! Kalau ada salah kutip mohon dikasi tau, biar saya ga dibilang Om Salah Kutip seperti om yang itu… wkwkwkw… Btw, gambar saya ambil dari sini.








huehehehehehehe pertamax … bechul bli. kenapa ya koruptor itu dihukumnya ringan – ringan banget. disuruh ngembaliin duit yang dikorup plus hukuman beberapa tahun aja. padahal kan ada collateral damage akibat dari korupsi itu. seperti contoh bli sur itu, anak – anak ga bisa sekolah dll. itu harusnya dimasukkan juga donk ya. kalo menurut saya seh, koruptor mah mending digantung aja. ngapain juga melihara tikus huehehehehe …
KORUPTOR BANGSAT … KE LAUT AJA KALEAN SEMUA …
[Reply]
itu baru yg diexpose saja. bayangkan berapa jumlahnya yg masih ‘underground’ alias tidak tersentuh hukum
[Reply]
ato juga yang lolos dari hukum. cek X cek total jendralne bek…
[Reply]
mau bersih pasti susah.. moralnya gak ada. gpp ntar di neraka juga mereka pasti diberi ganjaran.. asal jangan diduitin aja :p
[Reply]
Indonesia sudah bobrok….
mungkin aja dari yang menangani kasus korupsi, ada yang korupsi……
Indonesia sudah susah dibenahi….
[Reply]
Weh, kayanya hitungan nominal korupnya perlu ditambah NPV(net present value) alias nilai waktu uang, bayangin aja Mr.X korup 20M tahun 2008, setelah menjalni proses peradilan di Indonesia yang memakan waktu lamaaa, panjang, dan berliku… Tahun 2018, Mr.X dituntut mengembalikan uang negara, plus penjara 5 Tahun. Asumsi uang 20M tadi dinvestasikan dgn penghasilan 10%/tahun maka tahun
2018 Mr.X dah punya Rp 50M lebih. Potong pengeluaran persidangan Rp.5M, Ganti rugi Rp.20M Tetek bengek Rp.2M
Mr.X masih punya Rp.23M.
Klo dipenjara 5 tahun dipotong masa tahanan plus remisi dan berkelakuan baik, 3,5 tahun sudah bebas.
Berarti 23M dibagi 42 bulan (3,5 thn)dalam tahanan berarti selama dipenjara Mr.X dibayar Rp.540juta lebih. weleh… saya koq jadi bingung….
Wah, itung2an saya asal aja. mudah2an ada temen yang bisa bantu ngitungin plus memberi penjelasan tentang hukum ganti rugi indonesia.
Fiuh….
[Reply]
ini masih kecil bli. Coba bli hitung hasil kemplengan BLBI, 600 triliun dan baru balik 150 triliun. Jadi masih hutang 450 triliun. Nah berapa Sekolah yang bisa diperbaiki?? Pusing kan??? hehehehehe biar ada kerjaan bli.
NB. Saya minta linknya yah.
Thanks
[Reply]
endonesia bakal bersih dr koruptor…
hrs di berlakukan..HUKUM GANTUNG..!!!!
[Reply]
yupz setuju dengan escoret, mending yang korupsi langsung gantung aja… apalagi yang korupsi anggota dewan aduh ya kok gak ada malu2nya gto loh… disorot ma slank pake lagu langsung bilang mo menuntut ealah besoknya langsung ada anggotanya yang ketangkep… kalo udah begini mending dibubarin aja tuh dewan… ngabis2in uang rakyat ajah!
[Reply]
jadinya serba repot. dulu kita percaya bahwa DPR bs menjadi wakil kita untuk menyelesaikan banyak masalah. eh, ternyata banyak yg jd penipu. makan duit kita.
parahnya lagi, makan juga langganan kita.
[Reply]
DPR = Departemen Paling Ruwet
kalau, mau bebasin indonesia mesti kayak di cina donk,PMnya berani mengatakan: “sediakan 100 peti mati, 99 buat koruptor dan satunya lagi buat saya kalau saya terbukti korupsi nanti! ”
negara kita kapan?
[Reply]
@ick
versi indonesia, sediakan 1 juta peti mati *jauh lebih banyak* 999.999 *kita memang perlu lebih banyak* buat koruptor kelas teri 1 buat kambing hitam kalo saya kepepet
[Reply]
106 M,
duit semua ..wah berapa nolnya ya….
uh dasar para ‘tikus’
untung saya ga milih kemaren
[Reply]