Bahwasanya bukan bangkitnya semata yang kita peringati, tetapi kesadaran diri nenek moyang kita untuk menyatukan diri sebagai sebuah bangsa yang akhirnya diberi nama Indonesia.


  • Share/Bookmark

21 Responses to “Memperingati 100 Tahun Kebangkitan Nasional”

  1. ghozan says:

    yupz… selamat memperingati hari kebangkitan nasional juga…

    [Reply]

  2. Ebo says:

    Merah Putih! *sempet ngambil posisi hormat sesaat di depan layar komputer yang nampilin blog ini*

    [Reply]

  3. chazzuka says:

    semoga memang benar2 bangkit bukan hanya wacana …

    [Reply]

  4. Ramayadi says:

    Yang bangkit malah kekuatan ORBA hihihihihihi

    *ah politik sekali aku ni*

    btw semboyannya sby mirip winasa ya?

    Indonesia Bisa! kalo winasa : Kalo mau pasti bisa!
    tp bagaimana bisa kalo bbmnya mo naik pak :p

    [Reply]

  5. ick says:

    satu tekad satu tujuan

    “bangkitkan indonesia dari tidur lelapnya”

    [Reply]

  6. Lusi says:

    Ck Ck Ck salut ama programmer qta yang satu ini…wkwkwkw…mending lo jadi government watch aja Sur ;)

    [Reply]

  7. erickningrat says:

    hormat grakkkkk!!!!!!!!!!

    [Reply]

  8. anton says:

    merayakan kebangkitan di antara keterpurukan. hmm..

    [Reply]

  9. dadap says:

    jangan tanya apa yang sudah negara lakukan untukmu… tanyalah apa yang kau sudah lakukan untuk negaramu… (lincoln)

    [Reply]

  10. wira says:

    asal jangan “bangkit dari kubur”, hehehe

    *ga nyambung ya?

    [Reply]

  11. Nita says:

    MERDEKA ……………. MAJIBU ATO MARDABU !!!!

    [Reply]

  12. dipoetraz says:

    Bangkit itu tidak !
    MERDEKA !!!

    [Reply]

  13. made eka says:

    kebangkita itu berarti, dulu pernah jaya, kemudian terpuruk dan akhirnnya sadar akan keterpurukannya, jadilah bangkit dari keterpurukan. Kita lihat ke belakang, bangsa ini pernah jaya pada jaman Sriwijaya dan Majapahit. Bahkan pada jaman Majapahit telah terlontar penyatuan Nusantara oleh Gajah Mada. Ini jauh lebih luas dari cakupan organisasi Budi Oetomo yang hanya seluas Jawa saja. Amat disayangkan sejarah Indonesia hanya terfokus pada setelah masuknya Islam ke Indonesia. Seakan-akan sebelumnya tidaklah penting. Klo begitu kebangkitan ini, bangkit dari apa?? Karena pada pemerintahan oleh kerajaan Islam, belum ada penyatuan Nusantara.
    Amat disayangkan, setelah berjuang membebaskan diri dari penjajahan asing, kita malah terjajah oleh bangsa kita sendiri. Mudah2an ada kebangkitan kita yang ke-2. Bangkit dari penjajahan bangsa sendiri..
    Merdeka!!!

    [Reply]

  14. gung wie says:

    ayuuukk upacara Bli.. hehe

    [Reply]

  15. JoEy D`JuVe says:

    Hormat Kepada Sang Saka Merah Putih !!

    [Reply]

  16. Maria says:

    Kebangkitan nasional bagi saya…

    adalah saat saya bangun pagi hari itu, ketika saya berjuang bangkit dr mimpi indah n harus meninggalkan kasur dan selimut hangat dg sekuat tenaga dan tekad baja.

    [Reply]

  17. anton says:

    ayo bangkit ngeblog lagi!

    *juga nyindir diriku sendiri yg kehilangan mood utk ngeblog. hehe*

    [Reply]

  18. okanegara says:

    sip..yuk bangkit buat Indonesia

    [Reply]

  19. man says:

    yo, bangun bareng indonesia dengan melepaskan diri dari semuanya, terutama dari keilmuan kita yang salah untuk menjadi lurus … salam dari http://www.kebangkitan.com

    [Reply]

  20. van says:

    bakitlah Indonesia ku….

    tapi kok BBM naik lagi ya….:(

    [Reply]

  21. wedaswara says:

    Om Sri Vishnu Sri Vishnu Sri Vishnu Om

    “Om tad visnoh paramam padam sada pashyanti surayah diviva caksuratatam
    tad vipraso vipanyavo jagrivamsah samindhate visnor yat paramam padam.”

    – Rg Veda, Mandala 1, verse 22.20

    Lord Vishnu is existing in the ocean of eternity and He is pervading everywhere and everything.

    The holy feet of Vishnu, His feet, His lowest part, He is showing to us. The sages (rishis) are always conscious of this fact. This is the real basis of their life. Man is not merely an animal wandering over the earth, mountain or jungle. An Aryan, a real man, is a man who has no desire to live as the animals are living: eating, sleeping, procreating and fighting. A real man feels detached from lust, anger and animalistic behavior. The enlightened sage is situated in the divine consciousness of Sri Vishnu. In the hymns of the sages who wrote the ancient literature of the Veda, the sages addressed their Lord, the Absolute Being, by the name “Sri Vishnu”. Those Aryans who founded the ancient civilization of India were always constantly meditating on the Highest Entity.

    That is Vedic Philosophy… So Great…

    And…

    Sometime next, by the will of Supreme Lord (God), this country ” Indonesia ” will be lead by devotee of Lord Vishnu again like Majapahit Era…

    This Country will be prosperous and all the citizens will live happy and harmony in Vedic Culture…

    It’s the essencce of ” Kebangkitan Majapahit ”

    –back to Veda–
    –Veda for all–

    Om Sri Vishnu Sri Vishnu Sri Vishnu Om

    [Reply]

Leave a Reply

(required)

(required)

© 2010 IMS' Blog Suffusion WordPress theme by Sayontan Sinha