Jangan Baca Berita Dengan Tanda Bintang

Langsung saja!

Sebenarnya saya ingin nulis ini dari minggu lalu sih, tapi baru kesampaian hari ini! Ternyata setelah saya perhatikan (hitung maksudnya), ternyata banyak sekali beredar tanda-tanda bintang di koran-koran. Tanda bintang apakah itu? Coba deh baca di blognya ibu dan ayah ini!

Saya memang bukan jurnalis. Beberapa hal yang saya tahu tentang jurnalistik mungkin hanya sebatas menjawab soal Bahasa Indonesia “Orang yang pekerjaannya menulis berita di koran disebut…”. Hayo! Apa jawabannya anak2? Heheheh…

Back to the topic, buat rekan-rekan yang pingin tau keberadaan tanda-tanda bintang itu coba deh buka salah satu media cetak lokal yang cukup ternama di Bali. Trus buka halaman 2 dan 3. Buih! Jeg adugdug ditu misi! Benar-benar bertaburan bintang!

Beritanya paling-paling seputaran seminar ini, seminar itu, instansi A ngadain acara ini, instansi B ngadain acara itu, dan yang paling parah, apalagi kalau bukan tentang (isu sensitif) pilkada dan pesertanya! Haduh! Ketik C spasi D…

Di TV lokal juga ga ada bedanya! Kalau dilihat dari segi content beritanya sih kayaknya mirip-mirip sama berita koran yang isi tanda bintang (Ini menurut saya lho, mungkin saja saya salah). Cuman ya, ga ada tanda bintangnya! Tapi ini justru lebih parah kan? Karena ga ada tandanya sama sekali kalau itu bukan berita (sama2 parah sih sebenarnya, mengingat masyarakat luas juga ga tau kalau tanda bintang itu berita pesanan – seperti disampaikan di artikel yang ada di link di atas lho ya…).

Sebenarnya yang mengawasi ini siapa ya? Kok bisa sampai menjadi rahasia umum gini. Tidakkah ada niat dari pelaku-pelaku jurnalistik di negeri ini untuk membenahinya? Emangnya di kode etiknya ga diatur ya? Duh! Saya kok seperti ber-retorika di sini! Nanya sama siapa juga ga jelas!

Berhubung saya males nulis panjang-panjang! Jadi lebih baik saya tulis saja kalau saya MUAK dengan tanda-tanda bintang itu!

Update 18 Juni 2008:

Sekedar mau nambahin referensi, silakan baca ini juga.


  • Share/Bookmark

8 Responses to “Tanda Bintang Itu Bikin Saya Muak!”

  1. devari says:

    bukannya halaman 2 dan 3 itu berita2 kabupaten? (terakhir kali liat koran itu 8 bulan yg lalu)

    klo blog saya ada juga beberapa postingan bintang tuh :)

    [Reply]

  2. wira says:

    bukan rahasia umum bli, orang-orang tua di pedesaan yang bisa baca tulis dan orang2 awam masih banyak yg tidak tahu (contohnya ortu saya).. begitu mudahnya media (tv dan koran) di bali membentuk pandangan kita terhadap sesuatu..

    [Reply]

  3. Ramayadi says:

    Man behind the local tv -> http://bogeloblast.net

    hahaahahahahahahaha otaknya dah di cuci sama pak satria tuh, kalo liat postingan ini pasti bisa protes nanti :p

    bener Wan, Bali Post itu sebenernya mirip kayak Paid Review kalo didunia blog :p

    [Reply]

  4. aLe says:

    aku klo komen sering pake tanda bintang
    *nah loe* :D *tuh kan* :P
    *kabur*

    [Reply]

  5. okanegara says:

    wah, ini sih sudah cukup lama ya.memang menyebalkan ketika mereka menggunakan dalih “jurnalism is marketing” juga. tidak cuma tanda bintang ya..yang ada kode kmb juga. terus kode adv juga.

    [Reply]

  6. ick says:

    wah… sekalinya mosting kok langsung marah2 ?, sabar bli… mani ajake melali…

    [Reply]

  7. imsuryawan says:

    @All: thx dah berkunjung.

    @Ramayadi: gpp marah, Bli. Saya kan mengungkapkan isi hati aja. Bisa dibilang saya ini bagian dari konsumen kan?! :D

    @okanegara: Intinya adalah saya mempertanyakan kok bisa menjadi rahasia umum gitu?! Bikin kek aturan yang lebih jelas kalau mau dilegalkan biar semua orang tau kalau itu arti tanda bintang itu. Ga usah pake acara sembunyi2an gitu!

    [Reply]

  8. speqlen says:

    Oi pren milu sik komen

    numpang tanda bintang *speqlen.co.cc*

    [Reply]

Leave a Reply

(required)

(required)

© 2010 IMS' Blog Suffusion WordPress theme by Sayontan Sinha