Mungkin masih ada yang ingat dengan postingan saya yang ini. Yah, saya menulis postingan tersebut karena kesal sama kampanye para cagub Bali yang lebih suka mengangkat isu-isu populis ketimbang isu-isu esensial seperti yang saya tulis di situ. Isu pendidikan bukannya tidak ada, ada tetapi sangat umum, lebih bersifat mencari perhatian – biasalah… apalagi kalo bukan soal pendidikan gratis – tanpa arah dan solusi yang jelas. Intinya waktu itu saya kesal!
Lalu sudah sampai di manakah tindak lanjut dari tulisan saya itu? Hmm, sedikit mungkin yang sudah dilakukan pemerintah kalo tidak bisa dibilang tidak ada. Anak-anak jalanan di Denpasar masih banyak dan sangat mudah ditemui di perempatan-perempatan.

Hari ini, hari anak nasional. Saya masih ingat, kalo dulu ketika hari anak nasional akan ada siaran langsung yang menyiarkan perayaannya secara nasional. Momen yang paling saya ingat, biasanya akan ada saat di mana Sang Kepala Negara akan berdialog dengan anak-anak itu sambil memangku satu atau dua orang anak, biasanya didampingi Ibu Negara. Kesannya penyayang banget… Waktu itu saya masi anak-anak, jadi belum tau yang namanya politik. Jadi saya mencerna bulat-bulat apa yang saya tonton.
Entah apakah perayaan Hari Anak Nasional saat ini masih dirayakan dengan cara lama seperti di masa Soeharto dulu. Kalo di benak saya, di momen-momen seperti Hari Anak Nasional, paling tidak pemerintah bisa melakukan satu saja aksi nyata untuk mengurangi jumlah anak-anak jalanan dengan cara menyediakan sekolah buat mereka. Kalo saya pribadi, Sekolah gratis bisa saja diwujudkan tapi mungkin tidak untuk semua anak-anak di Indonesia. Ga usah banyak-banyak deh. Satu aja per satu propinsi, yang layak, sederhana, tapi gratis!
Mari kita berhitung:
| Bangunan sekolah (yang sederhana banget) | 500 juta |
| Buku buat satu tahun | 100 juta |
| Gaji guru buat satu tahun (6 orang) | 360 juta |
| Total | 960 juta |
Karena guru dan buku sudah ditanggung, tidak ada alasan kan untuk menarik uang lagi dari mereka. Kalo soal seragam, minta sama Om Bakrie masak ga dikasih. Hehehe…
Oke, jadi jumlahnya kalo saya itung-itung secara kasar, 960 juta. Genapin jadi 1 miliar deh. Nah, kalo di 33 propinsi itu berarti 33 miliar.
Tentu saja angka yang saya tulis di atas, ga bisa dipake pegangan. Apalagi angka yang 500 juta untuk gedung sekolahnya, saya ga tau persis biayanya berapa untuk satu gedung sekolah. Cuman saya pikir, angka itu cukup mendekati, dan cukup realistis lah untuk dipakai mendirikan bangunan sekolah yang sederhana namun bisa digunakan buat belajar.
Anggaplah, satu orang guru mengajar untuk 20 anak (kelasnya diabaikan) berarti akan ada 120 orang anak yang bisa diselamatkan dari jalanan. Di 33 propinsi, berarti akan sejumlah 3960 orang yang bisa diselamatkan! Sungguh jumlah yang sangat signifikan menurut saya.
Trus darimana nyari uangnya? Hmm… Kalo misal negara kita ga punya uang (dan saya sangat tidak yakin kalo negara kita sampai tidak punya uang), mungkin minta sama Om Gayus bisa jadi salah satu solusi.
Semoga biaya perayaan Hari Anak Nasional 2010 yang dilangsungkan hari ini di Taman Mini Indonesia Indah tidak mencapai 33 miliar ya. Selamat Hari Anak Nasional buat seluruh anak-anak Indonesia!
Gambar yang keren di atas alamat aslinya di http://i197.photobucket.com/albums/aa290/reskrim86/0205_AnakSDikutUpacaraHardiknas_068.jpg







Sayang acara hari anak nasional hari ini diwarnai dengan ditoyor nya seorang anak oleh oknum paspampres
. Btq, semoga anak Indonesia bisa memperoleh pendidikan gratis yang selayaknya adan bsia terbebas dari penjajahan acara TV yang merusak 
Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan
[Reply]
imsuryawan Reply:
July 24th, 2010 at 10:43 am
ahh… setuju bos… acara tv sekarang rada2 kurang bersahabat sama anak2…
[Reply]
hallo, tumben main kesini, kirain sudah ndak ngeblog lagi
btw, kalo sempat itu di blogroll link saya diubah ya, wirautama.net sudah hangus, hehe
sorry OOT
[Reply]
imsuryawan Reply:
July 25th, 2010 at 5:56 am
hehehe… iya boss… ini baru sempat aktif lagi… nanti diganti link-nya…
[Reply]
Kalau saja anak-anak itu punya hak pilih, mungkin para cagub atau capres akan kampanye tentang pendidikan secara lebih detail. Atau mungkin kampanye akan menyediakan tempat dan lahan bermain untuk anak-anak.
Atau, masyarakat patungan saja? Koin Pritha dan Bilqis saja bisa dapat ratusan juta dari uang receh, bayangkan kalau yang disumbang bukan koin receh, tapi selembar uang 5 ribu? Mungkin bisa bikin sekolah bagus. Cukup 1 sekolah untuk 1 propinsi untuk menampung anak-anak miskin.
[Reply]
imsuryawan Reply:
July 27th, 2010 at 10:33 am
wah ide bagus bli, mungkin diajukan ke BBC kali ya… hehehe…
[Reply]
wah ketemu blogger bali lagi..
salam kenal.
meski udah lewat, tapi tetep ku ucapin selamat hari anak lagi.hehe
[Reply]
imsuryawan Reply:
July 28th, 2010 at 10:04 am
salam kenal bro…
[Reply]